“R-5554-YB”

September 10th, 2008 by hydaisyatuzzahwa

Dia adalah salah satu sahabat baikku yang menemaniku kemanapun aku pergi tanpa mengeluh. Meski aku jarang memperhatikannya dan seringkali alpa untuk mengantarkannya memenuhhi kebutuhan setiap bulannya akan sentuhan tangan-tangan ahli dalam memuluskan performanya, si hitam manis ini selalu diam dan kadang hanya mengeluh kecil atau sedikit rewel. Pernah suatu hari bapak bertanya padaku: “Kenapa kamu masih selalu saja mau bersamanya, apa kamu tidak tertarik dengan yang lain?” Hmmm…sebenarnya apa ya yang bisa membuatku bertahan selama ini bersamanya? Setelah kupikir mungkin pada dasarnya aku adalah tipikal orang yang setia :-D, menyimpan memori sebagai sesuatu yang berharga dan akan selalu mengenangnya dalam kapasitas tertentu. Aku sudah melalui masa 6 tahun hidupku bersamanya, bahkan lebih jika tidak dihitung secara intens. Dalam kurun masa itu sudah banyak hal yang kualami bersamanya; kita pernah bersama merasakan hembusan angin laut diatas bukit dan memandang hamparan biru air dan awan diantara garis cakrawala hingga tak terbedakan mana atas(awan) dan bawah (air laut), kita pernah meresapi dinginnya udara pegunungan dan menyaksikan bayi-bayi stowberry merambat dipermukaan perut ibu pertiwi sambil memetik dan mencoba merasakan asam-manis kakak-kakaknya  yang telah jauh lebih besar dan merah merona mengundang kita untuk memasukannya ke dalam gua mulut dan membiarkan lidah kita menghayati tekstur rasanya, kita pernah ternganga bersama saat menyaksikan sisa-sisa tsunami yang memporakporandakan salah satu situs favorit kita, kita pernah menari berputar 270 derajat dan akhirnya bisa berhenti dengan cantiknya karena aku mengenakan alas kaki hak tinggi 5 cm dan beteriak: “Whohooo…that’s cool!!!” tepat setelah berlalu dari tatapan mata pemirsa yang menahan nafas kala menyaksikannya, dia eberapa kali membuatku meringis dan menitikkan air mata menahan sakit dalam beberapa perjalanan dan petualangan yang kurang mulus, dan aku sebaliknya memberikan dia tanda luka  dan gores dimana-mana karena kontrolku yang kurang sempurna. Dia….ahh dia begitu setia. Dengannya aku bisa menjelma menjadi srikandi mandiri yang tidak harus ditemani pergi kemana-mana oleh siapapun juga. Dia…betapa aku ingin memberinya nama tapi sampai sekarangpun tidak bisa kutemukan nama indah yang cukup bisa merepresentasikan pentingnya keberadaanya. Baiklah…inilah saatnya aku mengenalkan dirinya kepada kalian semua. Dia yang berarti bagiku, perkenalkan dia adalah si hitam R-5554-YB Honda C100 Grand ‘97 sahabatku. Beri salam ya…dan adakah usulan nama buatnya? Aku pasti akan mempertimbangkannya dan yah… siapa tau aku mungkin akan memakainya ;-).

Bookmark and Share

“tHe CoLOur oF BeAutiFuL pAin”

April 30th, 2008 by hydaisyatuzzahwa

A moment when we accidently met in stairs, frozen pause appeared when we tried to recognized each other. It was rain, he held a blue umbrella gazed me upward in a glance. I thought he would take another stairs next to me, but he was not. Tragically we met in the middle silently, no words came out, i even held my breath, did he do such too? We were crossing each other like stranger and do you know what it was like? God!!! It was like ‘beautiful pain’, tragic but humility. I wonder if i were a painter staring that moment then i would love to paint it. Putting my palet into a canvas and starting filling it with many colours, the colour of beautiful pain.

Bookmark and Share

“New YeAR nEW mE”

December 28th, 2007 by hydaisyatuzzahwa

The time before now i used to say "I loved walking in the rain because no one knows i’m crying" but now i love to say "Would you dance with me in the rain? Coz’ i wanna share all things that had happened, is happening and will happen." The things that bring happiness and sadness, laughs and tears, and even tears in laughs to build the bridge of colourful rainbow so that i would be able to find the way out of my own labyrinth live. Time to time, i learn to open all my senses for real life, try to feel every inches of situation, every dimention of emosion that encourage me to find the new of me every single year. Sometimes i’m surprised myself discovering the new of me so be prepare friends…next year may be i’ll transform again!!! Brubah!!!!:-D.

Bookmark and Share

“GoODbyE aPRiL gRAdUaTioN”

November 16th, 2007 by hydaisyatuzzahwa

Kadang harapan dan kenyataan tidaklah seiring dan sejalan, itu yang aku rasakan saat ini. Sedih memang, tapi semua aku refleksikan kembali pada apa yang talah aku lakukan selama ini, lebih tepatnya koreksi diri. Gak akan ada habisnya kalau seandainya kita terus berpikir "seharusnya aku bisa….", "seandainya jika dulu…", kenapa aku tidak berusaha lebih keras lagi?",meski memang tidak dipungkiri perasaan-perasaan itu terkadang hadir dalam organ yang mengendalikan seluruh tubuh ini. Jadi sudahlah, selalu ada hikmah dibalik semua mimpi dan harapan yang kandas, selalau ada waktu untuk sejenak menarik nafas dan membuat rencana baru, selalu ada hari untuk menata hati yang terluka, selalu ada keluarga dan teman yang akan senantiasa mendukung dan mengerti, dan yang paling pasti adalah selalu ada ALLAH yang senantiasa mendampingi sedekat urat nadi.

Bookmark and Share

“SepERemPaT aBAd”

November 9th, 2007 by hydaisyatuzzahwa

"1/4 abad", kata itu begitu mengandung arti tertentu bagiku melewati bulan oktober lalu. Perjalanan baru hidupku di usia itu ditandai dengan hadirnya air mata langit yang membasahi ibu pertiwi, air mata yang mebawa kesejukan bagi bumi. Banyak yang telah terjadi, otak ini kadang tidak mampu merekam semua memory, tapi satu hal yang pasti, semua hikmah yang terpatri semoga mejadikanku sosok yang akan senantiasa mencari kebesaran ILLAHI ROBBI. Amin ya Robbal alamin. 

Bookmark and Share

Aisyah yang ingin menjadi Khadijah

June 15th, 2007 by hydaisyatuzzahwa

Kabar pernikahan selalu membuat aku tersenyum bahagia, sebagaimana kabar yang aku dengar beberapa minggu lalu tentang 2 sahabat karibku di SMA yang memberitahukan bahwa dia sedang menghitung hari menuju prosesi lamaran. Satu persatu kawan-kawanku meninggalkan status lajangnya menyambut kehidupan baru berumah tangga, menyisakan diriku yang masih selalu berkutat dengan kegiatan belajar yang seolah tiada habisnya (dan bukankah memang takkan pernah habis sampai kita menghembuskan nafas terakhir? :-)). Kemudian pertanyaan itu selalu hadir mengiringi kabar bahagia mereka; “Kapan nie kamu nyusul?” pertanyaan yang kerap kali menghadirkan pertanyaan yang lebih besar dalam diriku sendiri, iya yah kapan kiranya waktu yang telah ditetapkan Allah untuk diriku ini? Sayang untuk memenuhi jawaban pertanyaan itu dibutuhkan syarat mutlak untuk dipenuhi yakni calon pendamping hidup yang jelas aku belum bisa menjawabnya karena memang belum ada. Bukannya aku menunda pernikahan ataupun terlalu sibuk mempertanyakan apa hakikat arti pernikahan, bukan pula karena aku terlalu “choosy” atau terlalu pilih-pilih (walaupun sebenarnya proses seleksi itu memang diperlukan disini), hanya saja aku belum menemukan seseorang dimana aku merasa nyaman atas kehadirannya dalam hidupku. Beberapa orang berkata kalau aku lebih cocok jadi ibu rumah tangga yang sholekhah sebagaimana seorang Aisyah. Seorang isteri yang tinggal dirumah mengurus segala hal yang berkaitan dengan keluarga. Beberapa sifatku memang lebih mengarah ke sosok seorang Aisyah, tapi jauh didalam lubuk hatiku aku berharap bisa menjadi sosok seorang Khadijah. Khadijah yang senantiasa mendampingi dan membantu Rasulullah saw bahu membahu dalam masa awal dakwahnya, wanita yang begitu dicintai Muhammad hingga pada masa pernikahan mereka beliau tidak mengambil isteri lain, seribu satu wanita yang kreatifitasnya diakui pada masanya sehingga dia bisa berkarir diantara dominasi karir pria dan Rasulullah saw ridha atasnya, calon bidadari surga yang dicemburui banyak wanita bahkan sampai sepeninggalnya. Aku berharap semoga kelak calon suamiku bisa mengerti, memaklumi dan memahami aku sebagaimana Rasulullah saw memperlakukan Khadijah. Amin ya Rabbal alamin. Aku percaya setiap manusia memiliki fasenya masing-masing dalam menempuh hidup ini, fase untuk bermetamorfosis menjadi pribadi-pribadi yang lebih siap dalam menghadapi hidup beserta pernak perniknya, mengembangkan sayap untuk bisa mengepakkannya menuju angkasa realita.

Bookmark and Share

I wAnNa HoMe n sEe moMmY

March 22nd, 2007 by hydaisyatuzzahwa

In the middle of my class today, my father phoned me up and he told me that my mother slipped on the road and then she felt "something" pushed her before she fell into the river near it with her motorcycle yesterday. GOD!! that’s why i felt so unwell this week, i really want to go home!!! I never thought any bad thing has happened to my mom, but there is heart connection between parents and children, isn’t it? Esepecially when it is dealing with mom and her daughter because usually they have close relation. Ohhh God, it just feels like i cannot wait the day’s over i really need to get home tonight, every minutes feel like hours now:-(. Even when my father said that she’s ok, but i really need to check it with my own eyes. For me, they are the most important thing in the world right now, they happiness is my command, i hope they will have long live so at least i can do my best to make them happy which i canot do now. Hope the accident was not too bad so my mom will get better soon. Please friends… pray for her. Mommy, i’m home….

Bookmark and Share

“Song Therapy”

February 7th, 2007 by hydaisyatuzzahwa

I was on bed room, lying down my back while listening to my new MP3 ’till i came to this James Morrison "Undiscovered" album, it’s a nice debut album, the songs are groovy, easy listening with various kind of topics about relationship, then the 4′th track begun, surprisingly and unexpectedly this song really shocked me, i was never crying like that since…well i forgot when exactly i cried so bad :D, but then i realize that it’s kind of therapy for me, i needed to explore all my frustrated feeling before i really make a new steps. So i got up and faced the mirror on my room, i saw an ugly face alone there. Mirror never tells but the truth, and what i saw was a reflection of lonely feeling, there was no other reflection, it was all about me and my sincare feeling and all anly on my own, therefore i rewind the refrain over and over and over and over…again until i get tired and fell asleep. In the three quarter of night, i woke up and talked to Allah about everyhing and about this… God you are The One who has authorithy to people’s heart, please release this feeling, i wanna smile sincarely in front of him someday if we have to meet again without any hidden tears, let me keep this silent love forever, only me and my feeling… Slowly i heard the refrain singing in my mind… "Well I can’t explain why it’s not enough Coz I gave it all to you And if you leave me now Oh just leave me now It’s the better thing to do It’s time to surrender It’s been too long pretending There’s no use in trying When the pieces don’t fit anymore"…………………………

Check out the site, it’s really cool with lots personal touch!!!!

Piecesbanner_2

the pieces don’t fit anymore - james morrison

I’ve been twisting and turning in a space that’s too small
I’ve been drawing the line and watching it fall
You’ve been closing me in , closing the space in my heart
Watching us fading and watching us fall apart

ref:
Well I can’t explain why it’s not enough
Coz I gave it all to you
And if you leave me now
Oh just leave me now
It’s the better thing to do

It’s time to surrender
It’s been too long pretending
There’s no use in trying
When the pieces don’t fit anymore

You pulled me under so I had to give in
Such a beautiful mess that’s breaking my skin
Well I’ll hide all the bruises; I’ll hide all the damage that’s done
But I show how I’m feeling until all the feeling has gone

ref:
Well I can’t explain why it’s not enough
Coz I gave it all to you
And if you leave me now
Oh just leave me now
It’s the better thing to do

It’s time to surrender
It’s been too long pretending
There’s no use in trying
When the pieces don’t fit anymore
The pieces don’t fit anymore

Oh, don’t misunderstand how I feel
Coz I’ve tried, yes I’ve tried
Still I don’t know why
No I don’t know why

Why I can’t explain why it’s not enough
Coz I gave it all to you
And if you leave me now
Oh just leave me now
It’s the better thing to do

It’s time to surrender
It’s been too long pretending
There’s no use in trying
When the pieces don’t fit anymore
The pieces don’t fit anymore

Bookmark and Share

“It’s time to give up and say the real, last goodbye…”

January 7th, 2007 by hydaisyatuzzahwa

What do you feel that finally you need to give up after years you tried to figure out an answer which at last never been answered? I know the piece does not fit anymore even when i wanna ignore it. I know it is the right time to give up and say the real, last goodbye…and i know i will make it through the rain. Goodbye eight-year waiting heart and welcome a free, fresh, brand new heart. I wonder, who will be coming next?

Bookmark and Share

TheRe miGhT bE RaiNboW afTer tHe TeaRs oF SKy

November 23rd, 2006 by hydaisyatuzzahwa

Alone…after the rain falls and feel the fresh, wet groud always remaind me at the time of beautiful pain. Time when i could smile in tears while i saw his back faded away. But then in my deep misery, my lovely friend sent me sms which said that "there might be a rainbow after the tears of sky, tears of you….". Right away, i realized, i have tried to set him free over, over and over again until i wish somebody would fill his position someday and though i know it’s not easy but i also know as long as i have many friends who always be there when i need, i will be just fine. A friend in need is a friend indeed right? So thanks Rina for opening my eyes widely that there might be rainbow after the rain and surely there must be a clear blue sky after the storm:).

Bookmark and Share